Pariwisata Bali sangat terkenal diseluruh dunia, bahkan melalui pariwisata, Bali lebih dikenal dibandingkan Indonesia. Sebegitu terkenalnya Bali hingga namanya kerap dipinjam sebagai media promosi atau bahasa kerennya click bite ☺, karna nama Bali itu sangat menjual. Sepertihalnya 10 Bali Baru yang menurut saya sebagai media untuk memudhkan mempromosikan 10 destinasi baru di Indonesia. Tapi memang nama Bali sangatlah terkenal dan pariwisatanya juga sangat dikagumi di belahan bumi ini.
Mengandalkan pariwisata yang berkaitan dengan aktivitas budayanya, sehingga melalui pariwisata, budaya Bali dapat dibagi 2 yaitu sakral dan propan. Yang sakral untuk keagamaan, dan yang propan untuk aktivitas pariwisata. Sehingga mulai munculah aktivitas budaya Bali yang dikormelsilkan untuk kegiatan pariwisata. Salah satu contohnya ialah Hari Raya Nyepi yang menjadi annual event bagi wisatawan di Bulan Maret.
Sumber : Google Search tahun 2021
Tapiiii, setau saya, Nyepi itu tradisi bukan sih ? berarti bukan budaya, lah terus kenapa ditulis, yaudalah karna untuk pariwisata kan tinggal dicarikan pengertian yang sesuai saja nanti...
Silence day package ini membuktikan bahwa,, orang Bali itu, jago dalam bahasa inggris.... iyalah, kan pelajaran bahasa inggris itu ada dari kelas 1 sd sampek kuliah, beda ama bahasa Bali yang keberadaannya dikurikulum harus diperdebatkan dulu. eh ini tulisannya mau ngomong apa sih, okay we back to topik. (tuh kan pinter bahasa inggris, pasti orang Bali ya wkwkwk).
Namun, kali ini menurut saya perubahan nama Hari Nyepi, menjadi silence/silent day (artinya sama cuma beda jenis katanya) terkesan memaksakan. jika dilihat berdasarkan artinya silence itu berarti "diam", dan nyepi itu berarti sipeng atau sepi. Secara logika memang kalao kita diam itu akan menjadi sepi, tapi ketakutan saya adalah ketika orang salah mengartikan kata "diam" ini, mungkin di pemikiran mereka ketika mendengra silence day, wah orang bali tidak bergerak selama 24 jam. bukann, bukan itu yang dimaksudkan, kemungkinan ada yang begitu tapi bukan lagi diam tapi lagi melakukn semedi/tapa. Dalam nyepi itu hanya ada 4 larangan saja :
- larangan pertama dilarang menghidupkan api (amati geni)
- larangan untuk bekerja (amati karya)
- larangan untuk berpergian (amati lelungan)
- larangan untuk besenang- senang (amati lelanguan)
hanya itu larangannya, jadi kalau nyepi diubah ke bahasa inggris menjadi silence/silent kurang pas rasanya. Karna memang setau saya kalau sebuah kata/nama yang hanya ada di daerah itu dan tidak ada di barat sana tidak bisa diubah kedalam bahasa inggris, contoh :
durian, bahasa inggrisnya ya durians,cuma ditambahin s belakngnya biar lebih dingin, terus orangutan emang bisa dibilang human forest ? ya kurang tepat, jangan semua diinggriskan. Tapi ada satu hal menarik lagi penjualan paket nyepi ini menuai pro dan kontra, pemerintah sudah terbitkan larangan untuk penjualan paket yang mengatasnamakan nyepi, namun karna untuk pariwisata ada kata tapinya, boleh dijual asalkan wisatawan mengikuti dan menghormati kegiatan upacara nyepi tersebut.
ceritanya iklan (cek ig kita sis, @info_kramabali)
kurang tepat juga, maksudnya menghormati itu bagaimana, apakah dengan tidak keluar hotel saja sudah menghormati ? jadi seperti ini, di nyepi sekali lagi ada 4 larangan, dan ketika dijual paket nyepi, wisatawan pergi ke bali pastiuntuk bersenang- senang, nah itu sudah ngelanggar satu, yang kedua orang bali pasti akan bekerja, sudah 2 yang dilanggar. yang ketiga, pasti akan menyediakan makanan, (menyalakan api/kompor) yah ngelanggar lagi.
jadi akan sangat keren ketika ada sebuah hotel yang menawarkan paket nyepi itu bener- bener paket nyepi jadi wisatawan hanya dikamar, dan dilarang bersenang-senang di luar kamar, makannya harus yang tidak menghidupkan api, nah kayak gitu kan kayaknya keren tuh, jadi orang asing tidak merusak budaya kami, biar kami saja eh kok mlah kesana wkwkwk. canda"
tapi, saya sendiri sangat bangga melihat pariwisata bali yang dapat memperkenalkan budaya dan tradisi ke seluruh dunia sehingga membuat masyarakat di bali tidak malu mempelajari budaya mereka. hebat dan sangat salut, tetapi pesan saya jangan terlalu berlebihan dan jangan sampai jadi blunder untuk kita semua.
terimakasih untuk semuanya, rahajeng rahina suci nyepi sareng sami,
maaf jika ada salah kata ataupun makna, tulisan ini hanya untuk bercanda saja
krama bali tourism magz,
#pariwisatajenaka1
Mantull
BalasHapusSaya sangat setuju kak, bagus sekali pembahasan nya
BalasHapus